Skip to main content

Sejarah Cina

 Sejarah Cina


Sejarah Cina merupakan salah satu yang tertua dan paling kaya di dunia. Peradaban Cina kuno bermula di sepanjang Sungai Kuning (Huang He) sekitar 5.000 tahun yang lalu. Dinasti pertama yang tercatat secara historis adalah Dinasti Shang (sekitar 1600–1046 SM), yang dikenal karena perkembangan tulisan aksara Cina dan sistem pemerintahan yang terorganisir. Setelahnya, Dinasti Zhou memperkenalkan konsep Mandat Langit yang menjadi dasar legitimasi kekuasaan para kaisar selama berabad-abad.

Masa kejayaan Cina berlangsung selama era Dinasti Qin dan Han. Dinasti Qin (221–206 SM) menyatukan Cina untuk pertama kalinya di bawah kekuasaan Kaisar Qin Shi Huang, yang juga memulai pembangunan Tembok Besar Cina. Dinasti Han (206 SM–220 M) kemudian membawa kemajuan besar dalam bidang ilmu pengetahuan, perdagangan melalui Jalur Sutra, dan memperluas pengaruh budaya Cina ke berbagai wilayah Asia.



Setelah periode dinasti-dinasti besar seperti Tang, Song, Yuan, Ming, dan Qing, Cina mengalami berbagai dinamika sosial dan politik. Dinasti Qing, yang merupakan dinasti terakhir, runtuh pada tahun 1912, menandai akhir dari kekuasaan kekaisaran dan lahirnya Republik Cina. Pada tahun 1949, setelah perang saudara, Partai Komunis Cina yang dipimpin Mao Zedong mendirikan Republik Rakyat Cina, yang kemudian berkembang menjadi negara sosialis modern.

Kini, warisan sejarah Cina masih terlihat jelas dalam kehidupan masyarakatnya. Dari arsitektur kuno, seni tradisional, hingga sistem kepercayaan dan filsafat seperti Konfusianisme dan Taoisme, semuanya menunjukkan betapa kuatnya akar sejarah Cina. Negara ini terus memainkan peran penting di dunia dengan membawa serta identitas sejarahnya yang kaya dalam setiap langkah pembangunan dan modernisasi. 



Comments

© 2020 ridho bsa

Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.