Rumah Adat Bali: Rumah Gapura Candi Bentar
Rumah adat khas Bali memiliki arsitektur unik yang berlandaskan ajaran Hindu dan filosofi Tri Hita Karana (keselarasan antara manusia, alam, dan Tuhan). Rumah adat ini dikenal sebagai Rumah Gapura Candi Bentar, yang memiliki beberapa bagian utama dengan tata letak yang sakral dan fungsional.
Ciri Khas Rumah Adat Bali
Menggunakan Konsep Asta Kosala Kosali
- Merupakan aturan tata letak rumah berdasarkan kepercayaan Hindu Bali, mirip dengan feng shui.
- Setiap bangunan memiliki posisi yang sudah ditentukan, mengikuti arah mata angin dan status pemiliknya.
Pagar dan Gapura Candi Bentar
- Rumah tradisional Bali biasanya dikelilingi pagar batu dengan Gapura Candi Bentar sebagai pintu masuk utama.
- Jika rumah tersebut milik keluarga bangsawan, terdapat Gapura Paduraksa (gapura beratap).
Atap dari Alang-Alang atau Genteng Tanah Liat
- Menggunakan bahan alami seperti jerami alang-alang, ijuk, atau genteng tanah liat.
Dihiasi dengan Ukiran Khas Bali
- Hampir setiap bagian rumah memiliki ukiran bernuansa Hindu dan alam, yang mencerminkan keindahan serta kepercayaan spiritual.
Bagian-Bagian Rumah Adat Bali
Angkul-Angkul (Gerbang Utama)
- Bentuknya seperti Candi Bentar dan berfungsi sebagai pintu masuk.
- Bentuknya seperti Candi Bentar dan berfungsi sebagai pintu masuk.
Aling-Aling
- Sekat setelah pintu masuk yang dipercaya sebagai penangkal energi negatif.
- Sekat setelah pintu masuk yang dipercaya sebagai penangkal energi negatif.
Bale Dangin
- Tempat untuk melakukan upacara adat atau pertemuan keluarga.
Bale Dauh
- Tempat beristirahat atau menerima tamu.
Bale Meten
- Kamar tidur utama bagi kepala keluarga.
Pawaregan
- Dapur atau tempat memasak.
Lumbung
- Tempat menyimpan hasil panen, terutama padi.
Sanggah atau Pamerajan
- Pura kecil yang digunakan untuk tempat beribadah keluarga.
Filosofi Rumah Adat Bali
Rumah adat Bali bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang tinggi. Konsep Tri Mandala digunakan untuk membagi rumah menjadi tiga zona:
- Utama Mandala (paling suci) → Tempat ibadah keluarga (Pamerajan).
- Madya Mandala (tengah) → Area tempat tinggal dan berkumpul.
- Nista Mandala (paling luar) → Dapur, kandang hewan, dan tempat aktivitas sehari-hari.
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
Comments
Post a Comment